Pajero Sport, DPRD “Panas Telinga”
TANJUNG SELOR – Pengadaan
mobil ambulans puskesmas Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan lagi
disoroti wakil rakyat di DPRD Bulungan. Bahkan ada yang sampai “panas”
telinga.
Betapa tidak, anggota dewan memang punya
andil dalam penentuan anggaran yang alokasikan dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulungan Perubahan tahun 2013.
Sekretaris Komisi II DPRD Bulungan Agung
Wahyudianto misalnya, mengaku kecewa terhadap pengadaan mobil ambulans
yang lebih mirip dengan mobil mewah itu.
Bahkan, politisi dari Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) itu menilai, pengadaan mobil ambulans tidak memiliki
perencanaan yang bagus.
“Sesungguhnya, pengadaan mobil ambulans
di Dinas Kesehatan kemungkinan besar kurang direncanakan secara baik,”
nilai Agung kemarin (1/1).
DPRD sendiri, kata Agung, saat
pembahasan anggaran memang menyetujui pengadaan mobil ambulans
berdasarkan kebutuhan di lapangan yakni mobil dobel garda. Namun, jelas
dia, persetujuan anggota DPRD itu untuk mobil ambulans bukan mobil mewah
sebagaimana yang sudah ada di halaman Dinas Kesehatan saat ini.
“Waktu pembahasan, memang kita setujui
pengadaan ambulans tersebut, sekali lagi ambulans bukan mobil sport yang
nantinya akan di modifikasi jadi ambulans,” tegas Agung
Soal persetuan anggaran pengadaan mobil,
Agung menegaskan, wewenang DPRD hanya sebatas pada persetujuan
anggaran, terkait dengan detail dan spesifikasi kegiatan ada pada
masing-masing SKPD.
Sementara itu, saat dimintai ketegasan
sikap DPRD menyikapi hal ini, Agung menambahkan, DPRD akan memanggil
Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk meminta keterangan
terkait pengadaan tersebut.
“Nanti kita akan panggil Dinas
Kesehatan, perlu kita mintai keterangan dari Dinkes,” ucap Agung sembari
mengaku kecewa dan menyayangkan dalam proses pengadaannya.
Sebagaimana diketahui, Dinas Kesehatan
Bulungan melalui APBD Perubahan 2013 melakukan pengadaan mobil ambulans
untuk empat puskesmas di empat kecamatan yakni, Tanjung Palas Timur,
Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Tengah. Sedangkan satu mobil
ambulans lagi masih dalam kajian tim dari Dinas Kesehatan apakah akan
diberikan ke Puskesmas di Tanjung Selor atau Tanjung Palas. Pengadaan
mobil ambulans itu sempat menarik perhatian, sebab, mobil ambulans itu
tidak mirip sebagaimana kendaraan penganggkut orang sakit pada umumnya,
bahkan mobil yang belum memiliki plat nomor polisi itu lebih terlihat
mobil mewah.
Kepala Dinas Kesehatan I Dewan Budi
Santoso mengatakan, jika pengadaan mobil ambulans itu murni untuk
kepentingan pelayanan kesehatan sebagaimana arahan dari Bupati H Budiman
Arifin. “Pelayanan kesehatan itu harus sama baik yang di Jakarta maupun
di Bulungan itu amanah undang-undang,” katanya. Alasan
Dinas Kesehatan membeli mobil seharga kurang lebih Rp 420 juta per unit
itu lantaran, waktu yang terlalu mepet serta kebutuhan mobil doble
gardan sebagaimana di perlukan di lapangan. (din)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar