Selasa, 17 Desember 2013

Selasa, 17 Desember 2013
Bupati Pimpin Perjalanan Ibadah Natal

MALINAU - Direncanakan ada 19 desa yang akan dikunjungi Bupati Dr Yansen TP MSi dalam agenda perjalanan ibadah Natal atau yang lebih dikenal dengan safari Natal Pemkab Malinau tahun ini. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Ibadah Natal akan dilaksanakan sejak 2 Desember hingga 23 Desember.
Dalam Ibadah Natal ini, bupati mengajak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Malinau untuk mendampingi. Selain itu, juga diajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), terdiri dari Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Malinau, Proyanto SH, Kapolres Malinau, AKBP Yohanes Agus Prijanto dan Dandim 0910 Malinau, Letkol Inf Yamin Dano.
Sebelumnya, rombongan sudah mengunjungi sedikitnya 9 desa sejak 2 Desember dan kembali ke Malinau pada 9 Desember lalu. Sepuluh desa yang telah dikunjungi selengkapnya lihat grafis. Seharusnya menurut jadwal yang telah ditetapkan, Desa Apau Ping Bahau Hulu masuk agenda untuk dikunjungi rombongan.
Akan tetapi, desa tersebut masih dalam keadaan berduka karena beberapa warganya menjadi korban meninggal dunia akibat jatuhnya Helikopter MI-17 beberapa waktu lalu. Sehingga, membuat desa tersebut belum siap menerima rombongan.
“Kita patut wajar dengan kondisi seperti ini, dan kita juga harus paham dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Apau Ping. Tapi saya sudah memerintahkan beberapa staf saya untuk mengunjungi Apau Ping dalam rangka memberikan bantuan lagi kepada para keluarga korban Helikopter MI-17. Kan sayang sudah ada di Kecamatan Pujungan tapi tidak ke Apau Ping. Jaraknya juga kan dekat,” terang bupati.
Perjalanan ibadah Natal ini bertujuan, menyambut Hari Raya Natal dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan YME bersama-sama seluruh masyarakat Desa Malinau, pemerintah sekaligus melaksanakan pengecekan pembangunan-pembangunan di desa-desa.
“Kan ada banyak pembangunan-pembangunan di desa-desa yang dalam tahap pengerjaan dan ada juga yang sudah selesai. Jadi dalam agenda ini bukan hanya ibadah saja. Tapi juga sekaligus memantau perkembangan pembangunan di desa,” pungkasnya.
Seperti halnya pembangunan tower, gereja, jalan, kantor desa dan fasilitas umum lainnya. Kunjungan ini juga sekaligus mewujudkan undangan masyarakat desa, untuk dapat meresmikan beberapa pembangunan yang sudah selesai.
Bupati menambahkan, pemerintah membagikan bantuan kepada seluruh gereja di Malinau. Termasuk para pendeta dan asistennya. Kemudian, Yansen juga memberikan bantuan kepada ibu-ibu hamil disetiap daerah yang dikunjunginya. (hms/rjb/ipk)

Natal Bupati Malinau

Selasa, 17 Desember 2013
Bupati Pimpin Perjalanan Ibadah Natal

MALINAU - Direncanakan ada 19 desa yang akan dikunjungi Bupati Dr Yansen TP MSi dalam agenda perjalanan ibadah Natal atau yang lebih dikenal dengan safari Natal Pemkab Malinau tahun ini. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Ibadah Natal akan dilaksanakan sejak 2 Desember hingga 23 Desember.
Dalam Ibadah Natal ini, bupati mengajak Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Malinau untuk mendampingi. Selain itu, juga diajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), terdiri dari Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Malinau, Proyanto SH, Kapolres Malinau, AKBP Yohanes Agus Prijanto dan Dandim 0910 Malinau, Letkol Inf Yamin Dano.
Sebelumnya, rombongan sudah mengunjungi sedikitnya 9 desa sejak 2 Desember dan kembali ke Malinau pada 9 Desember lalu. Sepuluh desa yang telah dikunjungi selengkapnya lihat grafis. Seharusnya menurut jadwal yang telah ditetapkan, Desa Apau Ping Bahau Hulu masuk agenda untuk dikunjungi rombongan.
Akan tetapi, desa tersebut masih dalam keadaan berduka karena beberapa warganya menjadi korban meninggal dunia akibat jatuhnya Helikopter MI-17 beberapa waktu lalu. Sehingga, membuat desa tersebut belum siap menerima rombongan.
“Kita patut wajar dengan kondisi seperti ini, dan kita juga harus paham dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Apau Ping. Tapi saya sudah memerintahkan beberapa staf saya untuk mengunjungi Apau Ping dalam rangka memberikan bantuan lagi kepada para keluarga korban Helikopter MI-17. Kan sayang sudah ada di Kecamatan Pujungan tapi tidak ke Apau Ping. Jaraknya juga kan dekat,” terang bupati.
Perjalanan ibadah Natal ini bertujuan, menyambut Hari Raya Natal dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan YME bersama-sama seluruh masyarakat Desa Malinau, pemerintah sekaligus melaksanakan pengecekan pembangunan-pembangunan di desa-desa.
“Kan ada banyak pembangunan-pembangunan di desa-desa yang dalam tahap pengerjaan dan ada juga yang sudah selesai. Jadi dalam agenda ini bukan hanya ibadah saja. Tapi juga sekaligus memantau perkembangan pembangunan di desa,” pungkasnya.
Seperti halnya pembangunan tower, gereja, jalan, kantor desa dan fasilitas umum lainnya. Kunjungan ini juga sekaligus mewujudkan undangan masyarakat desa, untuk dapat meresmikan beberapa pembangunan yang sudah selesai.
Bupati menambahkan, pemerintah membagikan bantuan kepada seluruh gereja di Malinau. Termasuk para pendeta dan asistennya. Kemudian, Yansen juga memberikan bantuan kepada ibu-ibu hamil disetiap daerah yang dikunjunginya. (hms/rjb/ipk)
sejarah 2
Diposting tanggal: 11 Juli 2013

Sejarah Singkat Malinau

kantor bupati malinauKabupaten Malinau merupakan salah satu daerah hasil pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999.
Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten.
Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di Desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat Desa Pelita Kanaan, yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Abai.
Pada saat Belanda datang ke desa ini, terjadilah dialog dengan sekelompok Suku Abai yakni kaum ibu yang sedang membuat sagu dari aren. Orang Belanda lantas bertanya: "Apa nama sungai ini?" Maksudnya sungai di desa mereka. Penduduk yang mendapat pertanyaan tersebut tidak mengerti. Mereka hanya menduga maksud pertanyaan orang Belanda tersebut, mereka sedang mengerjakan atau melakukan apa. Lantas salah seorang dari mereka menjawab: "Mal Inau dako", yang maksudnya sedang mengolah atau memasak sagu enau/aren. Mal artinya membuat, sedangkan Inau artinya pohon enau/aren. Orang Belanda yang bertanya mencatatnya. Jadi nama Malinau lahir secara tidak sengaja
Kemudian nama Malinau dalam peta dan administrasi Pemerintah Hindia Belanda yang menyebutkan ada nama sungai Malinau. Sejak itulah daerah ini disebut dengan nama Malinau. Sedangkan dalam perkembangannya, daerah Malinau makin banyak penduduknya yang mulai menyebar ke sebelah hulu dan hilir Desa Selamban sebelumnya. Terus berkembang menjadi kota kecil yang kemudian menjadi Kecamatan Malinau. Terakhir setelah adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan, Malinau menjadi ibukota Kabupaten.

Selasa, 10 Desember 2013

Pertumbuhan Kelahiran Penduduk Masih Minim




MALINAU - Bupati Dr Yansen TP MSi menyampaikan, tingkat pertumbuhan pendudukan di Kabupaten Malinau, khususnya daerah perbatasan dan pedalaman cukup mengkhawatirkan karena sangat sedikit yang melahirkan.
Untuk itu, pengembangan kependudukan harus dilanjutkan dengan keturunan yang lebih banyak. Menurut bupati, rendahnya angka kelahiran atau pertumbuhan penduduk dari jumlah kelahiran di setiap desa dan kecamatan, mengakibatkan jumlah penduduk semakin berkurang.
Sementara di Kabupaten Malinau, masih membutuhkan banyak penduduk dengan luasan wilayah yang mencapai 39 ribu kilometer persegi lebih. Para karyawan yang bekerja di perusahaan khususnya di PT BBS dan sejumlah perusahaan lainnya, serta petani sawit tidak perlu takut memiliki banyak anak. 
“Saat ini sudah banyak yang tua-tua dan tidak ada pertumbuhan penduduk. Bahkan ada desa-desa di Malinau tidak ada angka kelahiran dalam beberapa tahun. Sehingga mengakibatkan banyak sekolah SD yang hampir-hampir tutup, karena tidak ada siswa barunya pada musim pendaftaran siswa baru,” terang Yansen TP.
Kelahiran di Kabupaten Malinau harus diberikan kesempatan yang luas dan tidak dibatasi. Jangan lagi dikendalikan melalui program Keluarga Berencana (KB). Menurut Yansen TP, Kabupaten Malinau masih membutuhkan potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan banyak ke depannya. “Saya sudah sampaikan kepada pemerintah pusat lewat kementerian terkait, bahwa pertumbuhan penduduk Malinau khususnya di wilayah perbatasan itu sangat kecil. Kalau sampai tidak ada angka kelahiran setiap tahunnya, generasi penerus pembangunan Kabupaten Malinau ini akan habis,” urainya.
Program KB itu sebaiknya diperuntukkan bagi daerah-daerah yang sudah padat penduduknya. Karena Kabupaten Malinau belum membutuhkan pengendalian penduduk melalui program KB. Meskipun KB hanya untuk mengatur jarak kelahiran anak, namun Bupati mengatakan bahwa setelah program KB-nya ditinggalkan karena ingin punya keturunan, kenyataannya banyak juga tidak produktif (tidak memiliki keturunan). (ida) 

Senin, 11 November 2013

BEASIWA MALINAU TAHUN 2013

Senin, 11 November 2013
Tiap Tahun Salurkan Beasiswa Yang Dilakukan Secara Selektif
MALINAU – Pemkab Malinau melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setiap tahun menyalurkan beasiswa untuk pelajar/mahasiswa. Beasiswa yang disalurkan pemerintah terdiri dari 3 jenis yakni, beasiswa dari anggaran APBN, APBD Provinsi dan APBD Daerah. 
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Topan Amrullah SPd saat menjawab/ menanggapi catatan anggota DPRD, terkait dengan soal penyaluran beasiswa dan kesejahteraan guru beberapa waktu lalu.
Dari segi peruntukannya, papar Topan Amrullah ada beasiswa mandiri untuk  pelajar/mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu (beasiswa miskin), yang berdomisili di Malinau dan belum pernah menerima beasiswa pada tahun sebelumnya.
Kemudian ada beasiswa mandiri untuk siswa berprestasi. Beasiswa tersebut diberikan, untuk mahasiswa yang indek prestasi komulatif (IPK) minimal 3.00. Penyalurannya pun dilaksanakan melalui seleksi apabila jumlahnya melebihi kuota.
“Jatah beasiswa ini sebanyak 4 orang untuk setiap kecamatan,” terangnya. Penyediaan beasiswa merupakan salah satu program yang selalu dilaksanakan pemerintah setiap tahun. Yaitu, beasiswa bagi keluarga miskin dan beasiswa bagi siswa berprestasi. Pemkab Malinau juga menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa Malinau yang tengah menempuh pendidikan dibeberapa perguruan tinggi favorit di Indonesia.
Baik jurusan kependidikan, pemerintahan, farmasi maupun jurusan strategis lainnya. Sementara itu, terkait dengan kesejahteraan dan peningkatan mutu tenaga pengajar (para guru) mulai dari tingkat usia dini hingga menengah. Maka Pemkab Malinau melalui Disdikpora mengusulkan melalui tim anggaran eksekutif, agar dana pendidikan mencapai 20 persen.
Sehingga dengan alokasi anggaran sebesar itu, kata Topan Amrullah, porsi antara aspek infrastruktur dengan SDM bisa seimbang. Selanjutnya, menanggapi usulan dan saran DPRD agar menambah sekolah yang berorientasi pada keterampilan (SMK) selain SMA.
Topan menjelaskan bahwa kebijakan minimal perbandingan siswa SMK dengan SMA adalah 70 berbanding 30. Kondisi riil di lapangan siswa SMK dan SMA pada tahun 2013, 20 berbanding 80. Berarti masih belum tercapai, bahkan masih jauh dari 70 berbanding 30. Selain itu ada sejumlah permasalahan.
Topan menyebutkan kurangnya tenaga guru produktif dan program keahlian yang ada atau yang akan dibuka belum tentu sesuai dengan minat siswa. Sedangkan untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar yang selama ini terjadi, pemerintah daerah berusaha mengatasinya dengan merekrut tenaga pengajar.
Baik melalui tes CPNS maupun penerimaan guru kontrak. Penerimaan  guru kontrak ini diprioritaskan, untuk menambah guru pada sekolah yang berada di pedalaman dan perbatasan. (ida/ipk)