MALINAU - Bupati
Dr Yansen TP MSi menyampaikan, tingkat pertumbuhan pendudukan di
Kabupaten Malinau, khususnya daerah perbatasan dan pedalaman cukup
mengkhawatirkan karena sangat sedikit yang melahirkan.
Untuk itu, pengembangan kependudukan
harus dilanjutkan dengan keturunan yang lebih banyak. Menurut bupati,
rendahnya angka kelahiran atau pertumbuhan penduduk dari jumlah
kelahiran di setiap desa dan kecamatan, mengakibatkan jumlah penduduk
semakin berkurang.
Sementara di Kabupaten Malinau, masih
membutuhkan banyak penduduk dengan luasan wilayah yang mencapai 39 ribu
kilometer persegi lebih. Para karyawan yang bekerja di perusahaan
khususnya di PT BBS dan sejumlah perusahaan lainnya, serta petani sawit
tidak perlu takut memiliki banyak anak.
“Saat ini sudah banyak yang tua-tua dan
tidak ada pertumbuhan penduduk. Bahkan ada desa-desa di Malinau tidak
ada angka kelahiran dalam beberapa tahun. Sehingga mengakibatkan banyak
sekolah SD yang hampir-hampir tutup, karena tidak ada siswa barunya pada
musim pendaftaran siswa baru,” terang Yansen TP.
Kelahiran di Kabupaten Malinau harus
diberikan kesempatan yang luas dan tidak dibatasi. Jangan lagi
dikendalikan melalui program Keluarga Berencana (KB). Menurut Yansen TP,
Kabupaten Malinau masih membutuhkan potensi sumber daya manusia yang
sangat besar dan banyak ke depannya. “Saya sudah sampaikan kepada
pemerintah pusat lewat kementerian terkait, bahwa pertumbuhan penduduk
Malinau khususnya di wilayah perbatasan itu sangat kecil. Kalau sampai
tidak ada angka kelahiran setiap tahunnya, generasi penerus pembangunan
Kabupaten Malinau ini akan habis,” urainya.
Program KB itu sebaiknya diperuntukkan
bagi daerah-daerah yang sudah padat penduduknya. Karena Kabupaten
Malinau belum membutuhkan pengendalian penduduk melalui program KB.
Meskipun KB hanya untuk mengatur jarak kelahiran anak, namun Bupati
mengatakan bahwa setelah program KB-nya ditinggalkan karena ingin punya
keturunan, kenyataannya banyak juga tidak produktif (tidak memiliki
keturunan). (ida)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar