Selasa, 10 Desember 2013

Pertumbuhan Kelahiran Penduduk Masih Minim




MALINAU - Bupati Dr Yansen TP MSi menyampaikan, tingkat pertumbuhan pendudukan di Kabupaten Malinau, khususnya daerah perbatasan dan pedalaman cukup mengkhawatirkan karena sangat sedikit yang melahirkan.
Untuk itu, pengembangan kependudukan harus dilanjutkan dengan keturunan yang lebih banyak. Menurut bupati, rendahnya angka kelahiran atau pertumbuhan penduduk dari jumlah kelahiran di setiap desa dan kecamatan, mengakibatkan jumlah penduduk semakin berkurang.
Sementara di Kabupaten Malinau, masih membutuhkan banyak penduduk dengan luasan wilayah yang mencapai 39 ribu kilometer persegi lebih. Para karyawan yang bekerja di perusahaan khususnya di PT BBS dan sejumlah perusahaan lainnya, serta petani sawit tidak perlu takut memiliki banyak anak. 
“Saat ini sudah banyak yang tua-tua dan tidak ada pertumbuhan penduduk. Bahkan ada desa-desa di Malinau tidak ada angka kelahiran dalam beberapa tahun. Sehingga mengakibatkan banyak sekolah SD yang hampir-hampir tutup, karena tidak ada siswa barunya pada musim pendaftaran siswa baru,” terang Yansen TP.
Kelahiran di Kabupaten Malinau harus diberikan kesempatan yang luas dan tidak dibatasi. Jangan lagi dikendalikan melalui program Keluarga Berencana (KB). Menurut Yansen TP, Kabupaten Malinau masih membutuhkan potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan banyak ke depannya. “Saya sudah sampaikan kepada pemerintah pusat lewat kementerian terkait, bahwa pertumbuhan penduduk Malinau khususnya di wilayah perbatasan itu sangat kecil. Kalau sampai tidak ada angka kelahiran setiap tahunnya, generasi penerus pembangunan Kabupaten Malinau ini akan habis,” urainya.
Program KB itu sebaiknya diperuntukkan bagi daerah-daerah yang sudah padat penduduknya. Karena Kabupaten Malinau belum membutuhkan pengendalian penduduk melalui program KB. Meskipun KB hanya untuk mengatur jarak kelahiran anak, namun Bupati mengatakan bahwa setelah program KB-nya ditinggalkan karena ingin punya keturunan, kenyataannya banyak juga tidak produktif (tidak memiliki keturunan). (ida) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar