Diposting tanggal: 11 Juli 2013
Sejarah Singkat Malinau
Pada awalnya Malinau adalah sebuah
kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini
selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau
menjadi ibukota kabupaten.
Berdasarkan keterangan tokoh
masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama
Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya
bernama Desa Selamban. Di Desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan
keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat Desa
Pelita Kanaan, yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya
Suku Abai.
Pada saat Belanda datang ke desa
ini, terjadilah dialog dengan sekelompok Suku Abai yakni kaum ibu yang
sedang membuat sagu dari aren. Orang Belanda lantas bertanya: "Apa
nama sungai ini?" Maksudnya sungai di desa mereka. Penduduk yang
mendapat pertanyaan tersebut tidak mengerti. Mereka hanya menduga
maksud pertanyaan orang Belanda tersebut, mereka sedang mengerjakan
atau melakukan apa. Lantas salah seorang dari mereka menjawab: "Mal
Inau dako", yang maksudnya sedang mengolah atau memasak sagu
enau/aren. Mal artinya membuat, sedangkan Inau artinya pohon
enau/aren. Orang Belanda yang bertanya mencatatnya. Jadi nama Malinau
lahir secara tidak sengaja
Kemudian nama Malinau dalam peta
dan administrasi Pemerintah Hindia Belanda yang menyebutkan ada nama
sungai Malinau. Sejak itulah daerah ini disebut dengan nama Malinau.
Sedangkan dalam perkembangannya, daerah Malinau makin banyak
penduduknya yang mulai menyebar ke sebelah hulu dan hilir Desa Selamban
sebelumnya. Terus berkembang menjadi kota kecil yang kemudian menjadi
Kecamatan Malinau. Terakhir setelah adanya pemekaran wilayah
Kabupaten Bulungan, Malinau menjadi ibukota Kabupaten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar