Jumat, 17 Oktober 2014

APAU KAYAN DARI MASA KEMASA

2014-10-17 10:35:30 | dibaca: 27 kali

APO KAYAN, DARI MASA KE MASA

1906Lencau Ingan menyatukan puluhan sub-etnis di Apo Kayan. Dia diangkat sebagai pemimpin (kepala suku besar) lewat sebuah musyawarah besar. 1911Belanda masuk dan berkuasa. Militer Belanda menjadikan Apo Kayan keresidenan atau setingkat kabupaten. Posisi kawasan sangat strategis karena berhadapan langsung dengan kekuasaan Inggris di Sarawak. Lencau Ingan sempat ditangkap karena dianggap melawan Belanda. Sekitar 1940Lencau Ingan terus berupaya mengusir Belanda. Sekitar 1950Lie Lencau, anak Lencau Ingan, berkuasa. Dia diketahui senang bersafari ke desa-desa di Apo Kayan. Puluhan lamin di berbagai desa hidup tenang. Karya seni seperti ukiran, pakaian, alat musik, dan tarian daerah, hingga sulam manik-manik terus dihasilkan. Sekitar 1960Bid Lie menggantikan Lie Lencau. 1960Anak Lie Lencau, Bid Lie, menjadi kepala suku besar. Dia juga sempat menjadi ketua DPRD Bulungan dan bupati sementara.  1961-1963Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Sejumlah warga Apo Kayan ikut dalam perang. Sebagai pemimpin, Bid Lie tidak setuju konfrontasi karena memerangi saudara sendiri. Dia meletakkan jabatan. 1966-1980Orde Baru berkuasa. Tidak ada pembangunan infrastruktur. Akses begitu sulit, Apo Kayan menjadi tempat paling terisolasi di Kaltim. Puluhan ribu penduduk bermigrasi. Mendiami aliran Sungai Boh, Sungai Mahakam, dan Sungai Kayan. Bahkan hingga Pampang, Samarinda. 1980Bandara di Long Ampung mulai dibangun. Mobilisasi peralatan sangat sulit. Menggunakan tenaga manusia, pembangunan bandara baru selesai empat tahun kemudian. 1992Pesawat Cassa-200 milik Pelita Air salah mendarat di bandara perintis Long Nawang. Mengangkut enam turis Amerika Serikat. 1999Masa pemekaran, Apo Kayan masuk Kabupaten Malinau. Terdiri dari empat kecamatan yakni Kayan Hilir, Kayan Hulu, Kayan Selatan, dan Sungai Boh. 2000Pemprov membangun 20 kilometer jalan menuju pos perbatasan di Tapak Mega, Long Nawang. Jalur ke perusahaan kayu Malaysia terbuka pada 2003. 2013Jalur 300 kilometer dari Long Bagun, Mahakam Hulu, terbuka. Setengahnya masih menggunakan jalan perusahaan kayu, PT Sumalindo Lestari Jaya. Perlu 16 jam untuk menempuhnya. Jalan terbuka, berbagai infrastruktur mulai terbangun. 2014Lewat subsidi Pemkab Malinau, menara telekomunikasi dibangun di Desa Long Nawang. Bank Pembangunan Daerah Kaltim pun membuka kantor cabang pembantu di desa yang dulunya pusat pemerintahan Apo Kayan. Sumber: Disarikan dari liputan dan wawancara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar